Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, bersama anggota DPR RI, unsur Forkopimda, akademisi, pelaku usaha, serta peternak dari berbagai daerah di Indonesia.
Namun, lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini menjadi penegas satu hal penting: Ciamis sedang berada di jalur strategis menuju pusat perunggasan nasional.
Dialog Nasional, Isu Lokal yang Mendunia
Dialog ini membahas berbagai persoalan krusial yang selama ini dihadapi peternak rakyat, mulai dari:
- Budidaya dan manajemen usaha
- Distribusi hasil ternak
- Efisiensi produksi
- Hingga ketahanan pangan nasional
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan bahwa daerahnya memiliki kontribusi nyata dalam sektor unggas.
“Kabupaten Ciamis saat ini mampu memproduksi hingga 1,3 juta ekor unggas setiap tahunnya dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Andang Firman.
Produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menopang pasokan di berbagai daerah.
Namun, di balik capaian tersebut, masih terdapat tantangan, salah satunya adalah kebutuhan impor telur yang menunjukkan adanya celah dalam produktivitas dan efisiensi.
Komitmen Nasional: Swasembada Pangan Jadi Prioritas
Dalam kesempatan yang sama, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, berbagai regulasi seperti Perpres dan Inpres telah disiapkan untuk mempercepat pembangunan pertanian nasional, termasuk subsektor perunggasan.
“Pemerintah hadir dengan kebijakan nyata agar petani dan peternak mendapatkan dukungan yang lebih kuat, dari produksi hingga kesejahteraan,” tegas Sudaryono.
Ia juga menyerap langsung aspirasi peternak rakyat, yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Mengapa Ciamis? Ini Kekuatan Sebenarnya
Terpilihnya Ciamis sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Secara struktural, daerah ini memang memiliki fondasi kuat dalam industri perunggasan.
1. Produksi Skala Besar
Ciamis merupakan salah satu produsen unggas terbesar di Jawa Barat:
- Produksi ayam pedaging mencapai puluhan juta ekor per tahun
- Produksi telur mencapai sekitar 23 ton per hari
Distribusinya bahkan menjangkau:
- Bandung
- Jabodetabek
- Wilayah Priangan Timur
2. Keunggulan Geografis
Wilayah perbukitan di Ciamis memberikan keuntungan alami:
- Jauh dari pemukiman (biosekuriti lebih baik)
- Suhu relatif stabil
- Cocok untuk pengembangan kandang modern (closed house)
3. Ayam Sentul: Identitas Lokal Bernilai Ekonomi
Selain ayam ras, Ciamis memiliki komoditas unggulan khas, yaitu Ayam Sentul.
Keunggulannya:
- Tahan penyakit
- Pertumbuhan cepat
- Rasa khas mendekati ayam kampung
Dengan tren konsumsi ayam organik yang terus meningkat, Ayam Sentul berpotensi menjadi produk premium berbasis kearifan lokal.
Tantangan Nyata: Masalah Lama yang Belum Selesai
Meski potensinya besar, dialog nasional tersebut juga menegaskan bahwa peternak masih menghadapi persoalan klasik:
1. Biaya Pakan Tinggi
- Menyumbang lebih dari 50% biaya produksi
- Bergantung pada bahan baku impor
2. Harga Tidak Stabil
Harga ayam hidup sering jatuh saat panen raya, bahkan di bawah biaya produksi.
3. Ketimpangan Daya Tawar
Peternak rakyat masih berada di posisi lemah dalam rantai pasok industri.
4. Efisiensi Produksi
Masih terdapat celah produktivitas, terlihat dari kebutuhan impor telur.
Arah Baru: Hilirisasi dan Digitalisasi
Dialog Perunggasan Nasional 2026 juga mengarah pada satu solusi besar: transformasi sistem perunggasan.
Hilirisasi Industri
Perubahan dari:
➡️ jual ayam hidup
➡️ menjadi produk olahan (frozen, nugget, dll)
Manfaat:
- Harga lebih stabil
- Nilai tambah meningkat
- Potensi ekspor terbuka
Teknologi Peternakan Modern
Mulai berkembang di Ciamis:
- Sensor suhu & kelembapan
- Monitoring berbasis aplikasi
- Otomatisasi pakan
Dampaknya:
- Efisiensi meningkat
- Risiko kematian menurun
Menuju 2026: Ambisi Besar, Tanggung Jawab Besar
Dengan segala potensi yang dimiliki, Ciamis memiliki peluang besar untuk menjadi pusat perunggasan nasional.
Namun, ada beberapa kunci yang harus diperkuat:
- Penguatan koperasi peternak
- Modernisasi kandang
- Pembangunan industri hilir
- Dukungan pembiayaan
Momentum yang Tidak Boleh Terlewatkan
Dialog Perunggasan Nasional 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah momentum penting yang mempertemukan:
- Kebijakan pemerintah
- Aspirasi peternak
- Potensi daerah
Ciamis kini tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil unggas, tetapi juga sebagai laboratorium kebijakan dan masa depan perunggasan Indonesia.
Jika transformasi menuju hilirisasi dan modernisasi benar-benar dijalankan, maka bukan tidak mungkin Ciamis akan menjadi model nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis peternakan rakyat.
