Pegawai DPMPTSP Ciamis Gelar Tadarus Ramadan 1447 H, Perkuat Spiritualitas dan Etos Kerja Pelayanan Publik
Di tengah rutinitas pelayanan publik yang kerap diidentikkan dengan target, berkas, dan tenggat waktu, suasana berbeda terasa setiap pagi di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ciamis selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Selepas apel pagi, para pegawai tidak langsung kembali ke meja kerja. Mereka duduk bersama, membuka mushaf, dan memulai hari dengan tadarus Al-Qur’an.
Kegiatan ini berlangsung setiap hari kerja, mulai pukul 07.45 hingga 08.30 WIB. Setelah tadarus, para pegawai menyimak kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh pimpinan. Bagi DPMPTSP, Ramadan bukan hanya soal penyesuaian jam kerja, melainkan momentum untuk membangun ulang makna bekerja sebagai bagian dari pengabdian.
Menata Ulang Ritme Kerja di Bulan Ramadan
Sekretaris DPMPTSP Ciamis, L. M. Sukardan Rere, menjelaskan bahwa tadarus pagi dirancang sebagai ruang refleksi sebelum aktivitas pelayanan dimulai. “Kami ingin Ramadan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas spiritual pegawai, bukan hanya rutinitas seremonial,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, memulai hari dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an memberi efek yang lebih luas daripada sekadar ibadah personal. Ada ketenangan yang tercipta, ada jeda dari hiruk pikuk pekerjaan, dan ada kesempatan untuk menata niat sebelum berhadapan dengan tugas-tugas pelayanan publik.
“Kami merasakan suasana kerja jadi lebih tenang dan fokus. Itu penting, apalagi di lingkungan pelayanan yang menuntut ketelitian dan kesabaran,” kata Rere.
Spiritualitas dan Etos Kerja
Di balik kegiatan keagamaan ini, tersimpan tujuan yang lebih praktis. Tadarus dan kultum dipandang sebagai sarana membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja. Hadir tepat waktu untuk tadarus berarti melatih konsistensi. Duduk bersama tanpa sekat jabatan memperkuat rasa kebersamaan.
“Tadarus berjamaah memperkuat kekompakan antarpegawai. Hubungan kerja menjadi lebih cair, rasa kekeluargaan tumbuh,” ujar Rere. Dalam konteks birokrasi, suasana semacam ini kerap luput dari perhatian, padahal ia berpengaruh besar pada kualitas kerja sehari-hari.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga membantu mengurangi stres sebelum pekerjaan dimulai. Ramadan, dengan ritme fisik yang berbeda karena puasa, membutuhkan penyesuaian. Lingkungan kerja yang lebih kondusif menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga.
Dari Ruang Ibadah ke Meja Layanan
Meski bersifat internal, dampak kegiatan ini diharapkan menjalar ke ruang pelayanan. DPMPTSP Ciamis ingin memastikan bahwa peningkatan spiritualitas pegawai berbanding lurus dengan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Dengan rutinitas tadarus ini, kami berharap tercipta lingkungan kerja yang penuh berkah, harmonis, dan produktif. Pada akhirnya, masyarakat yang merasakan manfaatnya melalui pelayanan yang lebih baik,” tutur Rere.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja, pendekatan seperti ini menunjukkan sisi lain dari manajemen pemerintahan daerah: bahwa membangun aparatur tidak selalu dimulai dari sistem dan teknologi, tetapi juga dari pembentukan karakter dan nilai.
Ramadan di DPMPTSP Ciamis menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan semata urusan prosedur. Ia dijalankan oleh manusia, dengan hati, keyakinan, dan tanggung jawab moral—yang, setidaknya selama sebulan penuh, diasah bersama setiap pagi.
