Warga Dusun Cugantang Bangun Jalan Secara Swadaya, Bertahun-Tahun Rusak Kini Mulai Diperbaiki


Warga Dusun Cugantang Desa Karangpaningal bergotong royong memperbaiki jalan penghubung Panawangan-Sukamantri secara swadaya


Suara cangkul dan adukan semen terdengar sejak pagi di Dusun Cugantang, Desa Karangpaningal, Kecamatan Panawangan, Jumat (5/6/2026). Di tengah kondisi jalan yang selama bertahun-tahun rusak dan berlubang, warga akhirnya memilih bergerak sendiri memperbaiki akses penghubung antarwilayah tersebut secara swadaya.


Jalan poros desa sepanjang sekitar 275 meter yang menghubungkan Kecamatan Panawangan dengan Kecamatan Sukamantri itu mulai dibangun bersama oleh masyarakat tanpa mengandalkan upah ataupun bantuan besar dari pihak luar. Sejumlah warga tampak membawa material, sementara lainnya bergotong royong meratakan adukan di badan jalan yang sebelumnya dipenuhi kerusakan.


Bagi warga Dusun Cugantang, jalan tersebut bukan sekadar akses biasa. Jalur itu menjadi satu-satunya penghubung yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat untuk aktivitas warga dari dua kecamatan.


Tokoh masyarakat Dusun Cugantang, Dodo, mengatakan kondisi jalan yang rusak telah lama dikeluhkan masyarakat. Saat musim hujan, jalan kerap licin dan sulit dilalui, sedangkan saat kemarau debu beterbangan dan lubang jalan membahayakan pengendara.


“Sudah bertahun-tahun masyarakat merasakan kondisi jalan yang sangat parah. Padahal jalan ini ramai dilalui setiap hari karena menjadi akses utama warga,” ujar Dodo kepada awak media.


Menurutnya, keputusan memperbaiki jalan muncul setelah warga menggelar musyawarah bersama. Dari pertemuan tersebut, masyarakat sepakat mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli material bangunan dan kebutuhan lainnya.


Tidak hanya menyumbang dana, warga juga turun langsung mengerjakan pembangunan tanpa meminta bayaran. Semangat gotong royong terlihat hampir sepanjang proses pengerjaan berlangsung.


“Kami berinisiatif rereongan. Dana dikumpulkan bersama untuk membeli material, sedangkan pengerjaannya dilakukan langsung oleh masyarakat tanpa diberi upah,” katanya.


Di sela pengerjaan, beberapa warga tampak bekerja sambil bercanda untuk mengurangi lelah. Ada yang mengangkut batu menggunakan gerobak, ada pula yang meratakan campuran semen di titik jalan yang paling rusak. Suasana kebersamaan terasa kuat di lokasi pembangunan.


Dodo mengaku masyarakat memahami kondisi keuangan pemerintah yang saat ini tengah mengalami keterbatasan. Karena itu, warga memilih tidak banyak menuntut dan berusaha melakukan yang bisa dikerjakan secara bersama-sama demi kepentingan masyarakat.


“Kami tidak ingin menuntut banyak kepada pemerintah desa, kabupaten maupun provinsi. Kami memahami kondisi keuangan sedang sulit. Sebagai warga, kami hanya berharap dan berdoa agar keuangan negara kembali normal sehingga pembangunan infrastruktur bisa berjalan lebih baik,” pungkas Dodo.


Aksi swadaya warga Dusun Cugantang tersebut menjadi gambaran kuatnya budaya gotong royong masyarakat desa yang masih terjaga hingga kini. Di tengah keterbatasan, warga memilih bergerak bersama demi memperbaiki akses yang setiap hari menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.


Ditulis oleh Ule Sulaeman | InfoCiamis.Online

 

Next Post Previous Post