Perempuan di Kabupaten Ciamis kini memainkan peran yang semakin strategis dalam perekonomian daerah. Jika dulu aktivitas mereka identik dengan pekerjaan domestik di dapur, kini banyak yang menjadikan ruang tersebut sebagai pusat produksi usaha mikro yang mampu menembus pasar digital.
Transformasi ini tidak hanya mencerminkan perubahan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi keluarga yang didorong oleh pemerintah daerah melalui berbagai program penguatan UMKM perempuan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo, menyebutkan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik. Banyak yang kini menjadi pelaku UMKM yang produktif, terutama dalam pengolahan pangan lokal dan kerajinan tangan,” ujar dr. Yoyo.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, literasi digital, serta pengembangan jaringan pemasaran produk.
Dapur Berubah Menjadi Ruang Produksi
Di berbagai desa di Kabupaten Ciamis, dapur rumah tangga kini berfungsi sebagai ruang produksi usaha mikro. Perempuan memanfaatkan keterampilan tradisional untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari makanan olahan hingga kerajinan tangan.
Sejumlah kelompok perempuan, termasuk komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), aktif mengembangkan usaha rumahan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Di beberapa wilayah, seperti Desa Dewasari, perempuan bahkan mampu mengolah limbah kertas menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan.
Program pemberdayaan tersebut juga didukung oleh organisasi masyarakat seperti TP PKK yang secara aktif membina kelompok usaha perempuan di tingkat desa.
Digitalisasi Membuka Pasar Lebih Luas
Perkembangan teknologi digital menjadi faktor penting yang mempercepat pertumbuhan UMKM perempuan di Ciamis.
Dengan memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, serta media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp, para pelaku usaha kini dapat memasarkan produk mereka ke konsumen di luar daerah.
Digitalisasi tersebut terbukti membantu memperluas akses pasar dan meningkatkan omzet usaha mikro yang dikelola oleh perempuan.
Sejumlah penelitian akademis juga menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran digital dapat meningkatkan daya saing UMKM, terutama di kawasan wisata seperti Situs Ciung Wanara, di mana banyak pelaku usaha lokal memanfaatkan platform daring untuk menjual produk khas daerah.
Dukungan Ekosistem Keuangan Digital
Kemajuan UMKM perempuan di Ciamis juga didukung oleh perkembangan sistem pembayaran digital. Adopsi teknologi seperti QRIS dan berbagai dompet digital memudahkan transaksi antara pelaku usaha dan konsumen.
Selain itu, berbagai lembaga turut memberikan pendampingan dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha perempuan. Salah satunya adalah Otoritas Jasa Keuangan, yang mendorong peningkatan literasi keuangan dan akses modal bagi UMKM agar tidak terjerat praktik pinjaman informal yang merugikan.
Kolaborasi juga dilakukan dengan lembaga riset seperti BRI Research Institute, yang memberikan pelatihan literasi digital, manajemen usaha, serta strategi pemasaran bagi wirausaha perempuan.
Tantangan Literasi Digital
Meski peluangnya besar, perkembangan UMKM perempuan berbasis digital di Ciamis masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah kesenjangan keterampilan digital, terutama di wilayah perdesaan. Tidak semua pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan pemasaran daring, seperti memahami algoritma platform digital atau teknik optimasi produk di mesin pencari.
Selain itu, banyak pelaku usaha yang masih menghadapi kendala dalam hal manajemen produksi, standar kualitas produk seperti sertifikasi PIRT dan halal, serta pembagian waktu antara aktivitas bisnis dan tanggung jawab rumah tangga.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
Meski demikian, perkembangan UMKM perempuan di Ciamis menunjukkan potensi besar bagi pembangunan ekonomi daerah. Digitalisasi telah membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha tanpa harus meninggalkan peran mereka dalam keluarga.
Dengan dukungan pelatihan berkelanjutan, akses permodalan yang lebih luas, serta penguatan literasi digital, perempuan Ciamis dipandang mampu menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi lokal.
“Jika perempuan berdaya secara ekonomi, maka ketahanan keluarga juga akan semakin kuat. Inilah yang terus kami dorong melalui berbagai program pemberdayaan perempuan,” kata dr. Yoyo.
