Herdiat Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa


Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Forkopimda berfoto di depan gedung Koperasi Merah Putih Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti


Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak utama ekonomi desa sekaligus penguat rantai distribusi pangan lokal. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga perputaran uang tetap berada di wilayah Kabupaten Ciamis.


Komitmen tersebut disampaikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat menghadiri peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Sabtu (16/05). Kegiatan peresmian dilakukan secara serentak secara nasional melalui virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Ciamis.


Koperasi Desa Dinilai Bisa Menjadi Penguat Ekonomi Lokal


Dalam sambutannya, Herdiat menegaskan bahwa program KDMP bukan sekadar pembangunan fisik koperasi, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi ekonomi desa agar lebih mandiri dan produktif.


Menurutnya, keberadaan koperasi desa dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, penyerapan hasil pertanian, hingga pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal.


“Kalau betul-betul dimaksimalkan dan diresapi dengan sebaik-baiknya, ini merupakan program yang sangat mulia dan luar biasa,” ujar Herdiat.


Ia menilai koperasi desa memiliki peluang besar untuk menciptakan efek ekonomi berantai di tingkat lokal. Ketika kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi desa sendiri, maka perputaran uang akan tetap berada di daerah dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.


Pembangunan KDMP di Ciamis Terus Bertambah


Pemkab Ciamis mencatat pembangunan KDMP saat ini terus berkembang di berbagai wilayah desa dan kelurahan. Dari total 265 desa dan kelurahan di Kabupaten Ciamis, sebanyak 200 KDMP telah mulai berjalan.


Sementara itu, 49 gedung koperasi telah selesai dibangun dan mulai dipersiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Adapun sisanya masih berada dalam tahap pengerjaan dan penyelesaian.
Di sisi lain, sekitar 65 desa masih dalam proses pencarian lahan yang dinilai strategis untuk pembangunan koperasi desa.


Herdiat menyebut, pemilihan lokasi koperasi menjadi faktor penting karena nantinya koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat administrasi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.


Potensi Pangan Lokal Dinilai Belum Maksimal


Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyoroti besarnya peluang ekonomi dari sektor pangan lokal, terutama berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk program MBG.
Menurutnya, kebutuhan pangan seperti beras, sayuran, daging, hingga telur sebenarnya dapat menjadi peluang besar bagi petani dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Ciamis.


Namun hingga saat ini, sebagian kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar daerah karena produksi lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan pasar.


“Kalau potensi lokal seperti beras, sayur, daging hingga telur bisa dimanfaatkan secara maksimal, ini akan sangat luar biasa dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ciamis,” kata Herdiat.


Ia mengungkapkan, untuk kebutuhan beras, Kabupaten Ciamis saat ini sudah mampu mengandalkan produksi lokal. Namun untuk komoditas sayuran, sekitar 30 hingga 40 persen pasokan masih berasal dari luar daerah.


Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi koperasi desa untuk memperkuat sektor pertanian, distribusi pangan dan kemitraan usaha masyarakat.


Koperasi Diharapkan Jadi Penghubung Produksi dan Pasar


KDMP juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani, peternak dan pasar sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan efisien.


Dengan pola tersebut, harga hasil produksi masyarakat desa dinilai bisa lebih stabil, sementara masyarakat memperoleh akses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


Selain itu, koperasi desa berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat lokal, terutama dalam sektor distribusi, pengelolaan pangan, logistik hingga usaha mikro berbasis desa.


Pemkab Ciamis berharap keberadaan KDMP nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi produktif yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.


Pengelolaan Koperasi Harus Transparan dan Profesional


Di akhir sambutannya, Herdiat mengingatkan seluruh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar menjalankan amanah dengan integritas dan tata kelola yang baik.


Ia menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara transparan, akuntabel dan partisipatif agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.


“Koperasi bukan sekadar urusan administratif semata, tetapi bagaimana membangun tata kelola koperasi yang transparan dan partisipatif,” pungkasnya.


Ditulis oleh Feri Kartono | InfoCiamis.Online


Next Post Previous Post