CIAMIS, JAWA BARAT — Pagi Sabtu di Ciamis dibuka oleh deru mesin dan iring-iringan motor yang bergerak perlahan meninggalkan Taman Lokasana. Sekitar 200 peserta ambil bagian dalam Tiba-Tiba Touring Jilid V, sebuah agenda promosi pariwisata yang digagas Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkendara bersama, melainkan dirancang sebagai strategi promosi wisata berbasis komunitas untuk memperkenalkan potensi alam, sejarah, dan kuliner Ciamis kepada publik yang lebih luas.
Strategi Promosi Wisata Berbasis Komunitas
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara resmi melepas rombongan touring. Ia menegaskan bahwa pendekatan komunitas dinilai efektif dalam menggerakkan sektor pariwisata sekaligus ekonomi lokal.
“Event seperti ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Ciamis memiliki bentang alam yang lengkap, dari pegunungan hingga situs-situs bersejarah, serta kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri.” — Herdiat Sunarya, Bupati Ciamis
Upaya promosi berbasis kreatifitas ini sejalan dengan kesuksesan agenda sebelumnya seperti Ciamis Batik Fest yang juga fokus pada pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Inovasi Pengelolaan Ruang Publik
Di sela kegiatan, Pemerintah Kabupaten Ciamis meresmikan penerapan sistem palang parkir (gate system) di kawasan Taman Lokasana. Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ke depan, aktivitas ekonomi tidak boleh hanya terpusat di Alun-alun. Taman Lokasana dan titik-titik lain perlu dihidupkan agar pemerataan ekonomi dapat tercapai.” — Herdiat Sunarya
Rute Sejarah dan Komitmen Kebersihan
Ketua BPPD Ciamis, Endang Haris Juandana, menjelaskan bahwa rute touring menghubungkan dua destinasi unggulan, yakni Situs Astana Gede Kawali sebagai titik sejarah dan Situ Cibubuhan sebagai penutup perjalanan.
Pendekatan berbasis komunitas dipilih karena dinilai mampu menyebarkan informasi pariwisata secara organik melalui jejaring peserta.
“Ciamis tengah bersiap menghadapi penilaian Adipura 2026 dan mempertahankan predikat kota kecil terbersih se-Asia Tenggara. Karena itu, disiplin menjaga kebersihan menjadi bagian penting dari kegiatan ini.” — Endang Haris Juandana, Ketua BPPD Ciamis
Ruang Sosial dan Dukungan UMKM
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang turut mengikuti touring, menyebut kegiatan ini sebagai ruang perjumpaan sosial yang mempererat kebersamaan.
Dukungan terhadap produk lokal juga menjadi misi utama dalam setiap event daerah, sebagaimana yang terlihat pada Festival Kopi Rajadesa yang terus memperkuat branding komoditas unggulan Ciamis.
“Laksanakan dengan hati gembira agar bisa melihat Ciamis apa adanya. Keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama.” — Andang Firman Triyadi, Sekda Ciamis
Bagi pelaku usaha lokal, agenda ini membuka peluang promosi. Dana Jaya, pengusaha Kopi Kalijaya, menilai touring sebagai media yang efektif untuk mengenalkan produk lokal kepada peserta dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan pariwisata berbasis komunitas dapat digelar secara rutin, sehingga pertumbuhan sektor wisata dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat Ciamis.
