Dari Bogor, Bupati Ciamis Ikuti Rakor Nasional Bahas Arah Program Pusat ke Daerah

Bupati Ciamis Hadiri Rakornas Presiden di Bogor: Sinkronkan Program Prioritas Nasional dengan Pembangunan Daerah

BOGOR, JAWA BARAT — Presiden Republik Indonesia mengumpulkan kepala daerah dari seluruh Indonesia dalam rapat koordinasi nasional di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026). Bagi Kabupaten Ciamis, forum ini menjadi ruang penting untuk membaca arah kebijakan nasional yang akan langsung berpengaruh pada layanan publik dan pembangunan di tingkat daerah.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, hadir langsung dalam pertemuan tersebut bersama Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Kapolres Ciamis, Dandim 0613 Ciamis, serta Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan posisi Ciamis dalam upaya menyelaraskan kebijakan lokal dengan agenda pembangunan nasional.

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional

Dalam arahannya, Presiden memaparkan kerangka besar Asta Cita serta perkembangan sejumlah Program Prioritas Nasional—mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, hingga Cek Kesehatan Gratis. Program-program tersebut, menurut Presiden, dirancang untuk menjawab persoalan mendasar masyarakat, khususnya di daerah, termasuk ketimpangan akses pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Bagi daerah seperti Ciamis yang memiliki karakter wilayah agraris dan desa yang kuat, kebijakan nasional ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Implementasi program, Presiden menegaskan, tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan pusat, tetapi harus diterjemahkan secara konkret oleh pemerintah daerah agar benar-benar menyentuh masyarakat. Tantangan implementasi ini telah menjadi perhatian dalam diskusi sebelumnya mengenai Program MBG dan tantangan perizinannya di Ciamis.

“Perang Melawan Sampah” dan Kebersihan Lingkungan

Selain agenda kesejahteraan sosial, Presiden juga menyoroti persoalan lingkungan yang dinilai semakin mendesak. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah—termasuk pemerintah daerah—untuk menggerakkan apa yang disebut sebagai “perang terhadap sampah”. Instruksi ini mencakup kegiatan kebersihan rutin selama 30 menit setiap hari di lingkungan kantor, ruang publik, hingga kawasan wisata.

Bagi Kabupaten Ciamis, yang memiliki banyak ruang terbuka hijau dan destinasi wisata berbasis alam, pesan tersebut relevan dengan tantangan pengelolaan lingkungan yang selama ini dihadapi. Kesadaran kolektif, Presiden menekankan, menjadi kunci agar kebersihan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi bagian dari budaya birokrasi dan masyarakat.

Adaptasi Program Nasional untuk Solusi Lokal

Melalui rapat koordinasi nasional ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan kebijakan nasional berjalan seiring dengan kebutuhan lokal. Lebih dari sekadar kehadiran seremonial, forum ini menjadi penanda bahwa arah pembangunan Ciamis ke depan akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah daerah mampu mengadaptasi program pusat menjadi solusi nyata bagi warganya.

“Implementasi program tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan pusat, tetapi harus diterjemahkan secara konkret oleh pemerintah daerah agar benar-benar menyentuh masyarakat.” – Arahan Presiden dalam Rakornas

Keikutsertaan Forkopimda Ciamis dalam forum nasional ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menjalankan program prioritas, sekaligus merespons instruksi Presiden terkait gerakan kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara lebih sistematis di tingkat daerah.

Baca Juga: Sinergi Forkopimda dalam membangun komitmen bersama juga tercermin dalam komitmen Forkopimda Ciamis di Gong Perdamaian untuk menjaga harmonisasi dan mendukung program pembangunan.

LihatTutupKomentar