Pramuka Ciamis Gaungkan Gerakan Anti Bullying untuk Generasi Z


Puluhan anggota Pramuka Penegak dan Pandega mengikuti kegiatan Gen Z Scout Learning “True Scout, No Bullying” di Ciamis


Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis menggelar kegiatan Gen Z Scout Learning bertema “True Scout, No Bullying” di Aula Dasa Darma Pramuka Ciamis, Sabtu (16/5/2026).


Kegiatan yang diikuti puluhan anggota Pramuka Penegak dan Pandega se-Kabupaten Ciamis itu menjadi bagian dari upaya edukasi anti bullying sekaligus penguatan karakter generasi muda di era digital.


Sebanyak 50 peserta usia 16 hingga 25 tahun mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.


Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, H. Nanang Permana MH, mengatakan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri.


Menurutnya, generasi muda saat ini harus memiliki kesadaran dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi sarana menyebarkan kebencian maupun tindakan perundungan.


“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, bukan untuk hal-hal yang merugikan orang lain,” ujar Nanang Permana.


Bullying Jadi Tantangan Generasi Z


Nanang menegaskan, pendidikan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan organisasi, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.


Ia menilai, isu bullying menjadi tantangan serius yang perlu dicegah bersama karena dapat berdampak terhadap mental dan perkembangan remaja.


Karena itu, Pramuka diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan anti bullying sekaligus contoh dalam penggunaan teknologi secara sehat dan bijak.


“Harapannya, Pramuka Penegak dan Pandega bisa menjadi pelopor gerakan anti perundungan sekaligus pelopor pemanfaatan teknologi informasi secara positif,” katanya.


Pramuka Dorong Pemanfaatan Teknologi Secara Positif


Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Bina Muda Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, Dr. H. Wawan Arifien MM, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar konsep pembelajaran Pramuka lebih relevan dengan karakter Generasi Z.


Menurutnya, pembinaan generasi muda saat ini perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk melalui edukasi tentang etika bermedia sosial, kreativitas, serta penguatan karakter.


“Kami lebih fokus pada penguatan sistem pembelajaran di Pramuka, termasuk edukasi anti bullying karena tindakan tersebut sangat merugikan,” ungkap Wawan Arifien.


Selain mendapatkan materi edukasi, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah, organisasi, maupun media sosial.


Wawan berharap, anggota Pramuka dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi teman sebaya mengenai pentingnya mencegah tindakan bullying sejak dini.


“Anak-anak Pramuka harus menjadi kader yang mampu mengedukasi teman-temannya tentang pencegahan bullying, sehingga tidak terjadi tindakan perundungan di lingkungan masing-masing,” tandasnya.


Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis berharap semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan penggunaan teknologi secara positif terus tumbuh di kalangan generasi muda Kabupaten Ciamis.


Ditulis oleh Fepi Irwan | InfoCiamis.Online

Next Post Previous Post