Kelurahan Sindangrasa mencatatkan capaian baru bagi Kabupaten Ciamis setelah terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi pengalaman pertama bagi Kabupaten Ciamis untuk mengirimkan wakil dalam ajang tersebut di tingkat nasional.
Pencapaian itu tidak terjadi secara instan. Perjalanan Sindangrasa menuju kompetisi nasional bermula dari partisipasinya dalam penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2025. Dalam keikutsertaan pertamanya, kelurahan tersebut berhasil meraih juara pertama.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Budi Yudia, menyebut keberhasilan tersebut sebagai catatan penting bagi daerah.
“Ini merupakan sejarah, karena untuk pertama kalinya Kabupaten Ciamis menjadi perwakilan Provinsi Jawa Barat pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional,” ujar Budi Yudia, Senin (12/10/2026).
Dari Juara Provinsi Menuju Kompetisi Nasional
Keberhasilan meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tingkat provinsi membuka jalan bagi Sindangrasa untuk melanjutkan langkah ke tingkat nasional. Capaian tersebut sekaligus menempatkan kelurahan ini sebagai wakil Jawa Barat dalam persaingan dengan kelurahan dari provinsi lain.
Menurut Budi, Kabupaten Ciamis memiliki tujuh kelurahan. Dalam konteks tersebut, keberhasilan Sindangrasa menembus kompetisi nasional menjadi capaian tersendiri bagi penyelenggaraan pemerintahan kelurahan di daerah.
Perjalanan dari tingkat provinsi menuju nasional juga memperlihatkan pentingnya proses penilaian berjenjang. Prestasi yang diraih pada 2025 menjadi bagian dari rekam jejak Sindangrasa sebelum menghadapi tahapan seleksi berikutnya.
Seleksi Berjenjang Menentukan Peserta Nasional
Budi menjelaskan bahwa Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2026 dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari penilaian administrasi hingga paparan dan wawancara.
Pada tahap administrasi, peserta berasal dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Seleksi tersebut kemudian menghasilkan lima kelurahan terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap penilaian berikutnya.
Dalam tahapan lanjutan, tim penilai mendalami kesesuaian antara dokumen administrasi dan materi yang disampaikan peserta. Wawancara digunakan untuk menggali informasi lebih jauh mengenai hal-hal yang telah dipaparkan.
“Fokus penilaian adalah kesesuaian antara data administrasi dan materi paparan, yang kemudian diperdalam melalui sesi wawancara,” jelas Budi.
Seluruh tim penilai dalam ajang tersebut berasal dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Mekanisme ini menempatkan konsistensi data dan penjelasan peserta sebagai bagian penting dalam proses evaluasi. Dengan demikian, materi yang disampaikan perlu sejalan dengan dokumen administrasi yang menjadi dasar penilaian.
Capaian Sindangrasa Menjadi Catatan bagi Kabupaten Ciamis
Terpilihnya Sindangrasa sebagai wakil Jawa Barat memberikan pengalaman baru bagi Kabupaten Ciamis dalam mengikuti kompetisi kelurahan di tingkat nasional. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kelurahan lain dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian serupa.
Namun, arti penting pencapaian ini tidak semata-mata terletak pada posisi yang berhasil diraih. Rekam jejak dari kompetisi tingkat provinsi hingga nasional dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat aspek penyelenggaraan pemerintahan yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Pemerintah daerah berharap keikutsertaan Sindangrasa dapat mendorong semangat kelurahan lain di Kabupaten Ciamis untuk terus meningkatkan kinerja sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Bagi Ciamis, terpilihnya Sindangrasa menjadi wakil Jawa Barat merupakan tonggak baru dalam partisipasi daerah pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional. Hasil akhir kompetisi akan menjadi bagian dari perjalanan tersebut, sementara pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk pengembangan kelurahan pada masa mendatang.
Ditulis oleh Feri Kartono | InfoCiamis.Online
