Hamparan persawahan di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali menjadi ruang pertemuan tradisi, seni, dan potensi wisata desa melalui Layang Lakbok Art and Culture Festival 2026. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 ini menghadirkan konsep wisata agraris dengan layang-layang sebagai daya tarik utamanya.
Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berfokus pada permainan layang-layang, tetapi juga memadukan pertunjukan seni, kuliner lokal, aktivitas di lingkungan persawahan, serta ruang diskusi yang melibatkan masyarakat. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal Lakbok melalui budaya dan kehidupan agraris yang menjadi bagian dari keseharian warganya.
Salah satu atraksi yang ditawarkan adalah layang-layang hias dengan dekorasi lampu yang dapat dinikmati pada malam hari. Pemandangan layang-layang bercahaya di atas kawasan persawahan menjadi daya tarik visual yang membedakan festival ini dari kegiatan wisata pada umumnya.
Festival Layang Lakbok telah diselenggarakan secara rutin sejak 2018. Keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mengembangkan potensi wisata Ciamis Selatan.
Persawahan Menjadi Bagian dari Pengalaman Wisata
Konsep agrowisata yang diusung pada 2026 memperluas pengalaman pengunjung di luar atraksi layang-layang. Kawasan persawahan Blok Kuntul, Desa Cintajaya, menjadi bagian dari ruang kegiatan yang menghubungkan wisata, kesenian, dan kehidupan masyarakat pedesaan.
Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni, mencicipi kuliner lokal, serta mengikuti suasana kegiatan yang mengangkat potensi agraris Lakbok. Dengan konsep tersebut, lingkungan persawahan tidak hanya berfungsi sebagai latar acara, tetapi juga menjadi unsur penting dalam membangun identitas festival.
Rangkaian kegiatan turut menghadirkan Sawala Tani sebagai ruang edukasi dan percakapan seputar pertanian. Ada pula Ngobrol Pemuda Desa yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk bertukar gagasan mengenai potensi dan perkembangan desa.
Sementara itu, Harmoni Pematang Sawah menjadi bagian dari kolaborasi seni yang memanfaatkan karakter lingkungan pertanian sebagai ruang ekspresi kreatif.
Perpaduan berbagai kegiatan ini membuka peluang bagi festival untuk menjangkau pengunjung dengan minat yang beragam, mulai dari pencinta layang-layang dan seni hingga masyarakat yang ingin menikmati suasana wisata pedesaan.
Jadwal Festival Layang Lakbok 2026
Festival berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 22–24 Oktober 2026. Setiap hari memiliki rangkaian kegiatan berbeda, mulai dari pagelaran seni tradisional hingga pertemuan komunitas dan lomba layang-layang.
Kamis, 22 Oktober 2026
Kegiatan hari pertama dijadwalkan mulai pukul 19.15 WIB hingga selesai. Agenda pembuka terdiri atas:
- Doa bersama.
- Pagelaran ebeg.
Kegiatan pembuka ini menjadi awal rangkaian festival sebelum memasuki agenda yang lebih beragam pada dua hari berikutnya.
Jumat, 23 Oktober 2026
Rangkaian acara hari kedua berlangsung pukul 15.30–22.00 WIB. Berdasarkan susunan acara, kegiatan yang dijadwalkan meliputi:
- Simponi Langit.
- Opening ceremony yang diiringi Tari Sanggar Wanara dan penerbangan layang-layang malam.
- Penampilan tari MI Ma'arif.
- Penampilan Janeng Mekarsari.
- Penampilan tari SMA.
- Penampilan The Debut Akustik Elyas.
- Penampilan Sanggar Wanara.
Agenda penerbangan layang-layang malam menjadi salah satu kegiatan yang patut diperhatikan pengunjung. Atraksi tersebut menghadirkan perpaduan permainan tradisional dan dekorasi cahaya di ruang terbuka kawasan persawahan.
Selain itu, penampilan kelompok seni dan musik memberi ruang bagi komunitas lokal untuk memperkenalkan kreativitas mereka kepada masyarakat yang datang ke festival.
Sabtu, 24 Oktober 2026
Pada hari terakhir, kegiatan dijadwalkan berlangsung pukul 14.00–22.00 WIB. Rangkaian acaranya mencakup:
- Kopdar Sedulur Langit dan Simponi Langit.
- Kopdar Layangan Sendaren.
- Closing ceremony.
- Penampilan Tari Tedi.
- Pagelaran IKSPI.
- Penampilan Angklung Rojali.
- Penampilan MJ Entertainment.
- Lomba layang-layang papir atau bokongan.
- Penampilan Nuskantara Reggae SKA Rocksteady Band.
Pertemuan komunitas layang-layang menjadi bagian penting dalam rangkaian hari terakhir. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mempertemukan para penggemar permainan tradisional dari berbagai kalangan.
Lomba layang-layang papir atau bokongan juga memberi tempat bagi tradisi permainan rakyat untuk tetap diperkenalkan kepada generasi muda dan pengunjung festival.
Pengunjung sebaiknya memeriksa kembali informasi dari panitia sebelum berangkat karena jadwal dan susunan acara dapat berubah sesuai kebutuhan penyelenggaraan.
Peran Dinas Pariwisata dalam Pengembangan Festival
Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis memiliki peran dalam mendukung promosi dan pengembangan potensi wisata daerah, termasuk Festival Layang Lakbok yang tercantum dalam kalender kegiatan pariwisata atau Calendar of Events daerah.
Pencantuman festival dalam kalender tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan agenda wisata Lakbok kepada masyarakat yang lebih luas. Promosi yang konsisten juga dapat membantu membangun pengenalan terhadap Ciamis Selatan sebagai kawasan yang memiliki potensi wisata berbasis budaya dan lingkungan pedesaan.
Digitalisasi promosi menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk memperluas jangkauan informasi. Dokumentasi atraksi layang-layang malam, kegiatan seni, kuliner lokal, dan suasana persawahan dapat membantu calon pengunjung memperoleh gambaran tentang pengalaman yang ditawarkan.
Di samping promosi, pengembangan festival membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas layang-layang, pelaku seni, kelompok sadar wisata, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.
Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar festival tidak hanya ramai selama penyelenggaraan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengenalan potensi lokal dan keberlanjutan kegiatan masyarakat.
Peluang Ekonomi bagi Pelaku Usaha Lokal
Festival berbasis masyarakat seperti Layang Lakbok memiliki peluang untuk menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Kehadiran pengunjung berpotensi membuka kesempatan bagi pedagang makanan, pelaku UMKM, dan penjual produk lokal untuk memperkenalkan barang maupun jasa mereka kepada konsumen dari luar wilayah Lakbok.
Konsep wisata agraris juga memberi ruang untuk memperkenalkan kekhasan kehidupan pedesaan sebagai bagian dari pengalaman pengunjung. Dengan pengelolaan yang baik, aktivitas wisata dapat membantu memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat identitas desa.
Meski demikian, ramainya festival tidak otomatis menjamin manfaat ekonomi dirasakan secara merata. Hasilnya turut bergantung pada keterlibatan pelaku usaha setempat, penataan area kegiatan, kemudahan akses pengunjung, serta kesempatan yang diberikan kepada warga untuk berpartisipasi.
Karena itu, keberhasilan festival sebaiknya tidak hanya dilihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari keberlanjutan komunitas, keterlibatan masyarakat, dan manfaat yang dapat dirasakan setelah kegiatan berakhir.
Pengelolaan kawasan persawahan juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan aktivitas pertanian agar kegiatan wisata dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan warga.
Menjaga Tradisi, Memperkuat Identitas Wisata Lakbok
Festival Layang Lakbok 2026 menunjukkan bagaimana permainan tradisional dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih luas. Layang-layang, pertunjukan seni, kuliner, dan lanskap persawahan menjadi unsur yang saling melengkapi dalam memperkenalkan potensi lokal Lakbok.
Tantangan ke depan adalah menjaga ciri khas festival, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, serta memastikan keterlibatan masyarakat tetap menjadi bagian utama dari pengembangannya.
Konsistensi kegiatan sejak 2018 menjadi modal untuk membangun identitas festival. Namun, keberlanjutan dalam jangka panjang juga memerlukan evaluasi terhadap pengalaman pengunjung, dampak ekonomi bagi warga, dan upaya menjaga lingkungan lokasi acara.
Bagi Lakbok, festival ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata Ciamis Selatan melalui tradisi yang tumbuh dari masyarakat sendiri.
Layang Lakbok Art and Culture Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di kawasan persawahan Blok Kuntul, Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Ditulis oleh Feri Kartono | InfoCiamis.Online
