CIAMIS, JAWA BARAT — Pendidikan Islam di Indonesia terus berkembang seiring dengan tuntutan zaman yang semakin kompleks. Di Kabupaten Ciamis, Universitas Islam Darussalam (UID) telah melalui perjalanan panjang dalam mewujudkan visi pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Berawal dari Fakultas Syariah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berlokasi di Pesantren Darussalam Ciamis pada 1 Juni 1970, lembaga ini bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Darussalam (IAID) pada 1972, dan akhirnya resmi berubah menjadi Universitas Islam Darussalam pada 2023.
Perkembangan pendidikan tinggi di Ciamis menunjukkan dinamika positif, seperti juga tercermin dalam Universitas Galuh Ciamis yang menjadi pilar penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan akademik di Kabupaten Ciamis.
Transformasi Menuju Universitas: Respons terhadap Tantangan Zaman
Transformasi terbesar IAID terjadi pada tahun 2023, ketika lembaga ini resmi berubah menjadi Universitas Islam Darussalam (UID) melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1128 tahun 2023. Perubahan ini bukan sekadar pergantian status administratif, tetapi merupakan respons strategis terhadap kebutuhan akan pendekatan pendidikan yang lebih integratif antara ilmu agama dan ilmu umum.
"Transformasi dari institut menjadi universitas mencerminkan perluasan mandat dan cakupan keilmuan. Sebagai institut, IAID berfokus pada ilmu-ilmu keislaman dengan pendekatan yang lebih spesialis. Sedangkan sebagai universitas, UID mengembangkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu." – Dokumen Resmi Transformasi UID Ciamis
Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan paradigma pendidikan Islam kontemporer yang menekankan pada pentingnya integrasi ilmu (integration of knowledge). Paradigma ini berangkat dari kritik terhadap dikotomi ilmu yang terjadi dalam dunia pendidikan modern, di mana ilmu agama dan ilmu umum sering kali dipisahkan secara rigid.
Pendekatan Keilmuan Integratif
UID Ciamis memiliki visi untuk menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis integrasi keislaman. Dengan mengusung semangat interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner, UID berupaya menjembatani kesenjangan antara ilmu agama dan ilmu umum.
Pendekatan interdisipliner menekankan pada interaksi intensif antar disiplin ilmu untuk memecahkan masalah-masalah kompleks. Misalnya, dalam memecahkan masalah ekonomi kontemporer, UID tidak hanya mengandalkan teori ekonomi modern tetapi juga merujuk pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang digali dari sumber-sumber Islam klasik.
Perkembangan pendidikan tinggi di Ciamis terus menunjukkan dinamika positif, seperti juga tercermin dalam proses pendirian Universitas Muhammadiyah Ciamis yang telah direkomendasikan oleh LLDIKTI, menunjukkan bahwa Kabupaten Ciamis semakin menjadi pusat pertumbuhan pendidikan tinggi yang signifikan di Jawa Barat.
Struktur Akademik dan Program Studi
Saat ini, UID memiliki beberapa fakultas yang menyediakan beragam program studi dengan pendekatan integratif antara ilmu agama dan ilmu umum. Fakultas Syariah menawarkan program studi seperti Ahwal Al-Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam) yang tidak hanya mengajarkan fiqh munakahat tradisional, tetapi juga mengintegrasikannya dengan psikologi keluarga, sosiologi, dan hukum positif Indonesia.
"Program studi Ekonomi Syariah menggabungkan prinsip-prinsip ekonomi Islam dengan teori ekonomi modern. Kurikulumnya mencakup kajian mendalam tentang fiqh muamalah kontemporer, manajemen keuangan syariah, perbankan Islam, dan kewirausahaan berbasis syariah." – Kurikulum UID Ciamis
Fakultas Tarbiyah menyediakan program studi seperti Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya menghasilkan guru agama yang menguasai materi keislaman, tetapi juga pendidik yang memahami psikologi perkembangan, metodologi pembelajaran modern, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam berbagai konteks pembelajaran.
Integrasi Tradisi Keilmuan Pesantren
Salah satu ciri khas UID adalah komitmennya terhadap pengembangan tradisi keilmuan pesantren. Pesantren Darussalam, yang menjadi cikal bakal berdirinya IAID dan kini UID, telah lama dikenal sebagai pusat kajian kitab kuning yang menekankan pada moderasi, demokrasi, dan diplomasi.
"Membangun dan Mewujudkan Muslim Moderat, Mukmin Demokrat, dan Muhsin Diplomat" – Motto Pesantren Darussalam Ciamis
UID mengintegrasikan metode pembelajaran tradisional pesantren dengan metode modern. Sistem sorogan, di mana mahasiswa membaca kitab kuning di bawah bimbingan langsung dosen, tetap dipertahankan sebagai cara untuk melestarikan tradisi keilmuan Islam klasik. Di sisi lain, metode pembelajaran modern seperti diskusi kelompok, presentasi, dan project-based learning juga diimplementasikan untuk mengembangkan kemampuan analitis dan kolaboratif mahasiswa.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Sebagai universitas yang baru bertransformasi, UID menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas sambil tetap relevan dengan perkembangan zaman. Tantangan utama termasuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas, pengembangan kapasitas institusional, kompetisi dengan perguruan tinggi lain, dan perubahan paradigma pendidikan yang terus berkembang.
Baca Juga: Meski menghadapi tantangan, UID juga memiliki peluang besar, termasuk meningkatnya permintaan akan pendidikan integratif, pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, digitalisasi pendidikan yang membuka peluang untuk inovasi, dan kemungkinan kerjasama internasional yang lebih luas.
Masa Depan Pendidikan Islam Holistik di Ciamis
Transformasi IAID menjadi Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis adalah langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Dengan mengusung pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner, UID berkomitmen untuk menjadi universitas terkemuka yang mampu menjembatani kesenjangan antara ilmu agama dan ilmu umum.
Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berbasis pada tradisi keilmuan pesantren, UID siap melahirkan cendekiawan-cendekiawan Muslim yang mampu berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan global. Keberadaan UID di Ciamis tidak hanya penting bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam, tetapi juga bagi pengembangan wilayah Ciamis secara keseluruhan.
