LLDIKTI Wilayah IV Rekomendasikan Penggabungan STIKes dan Akademi Bisnis, Universitas Muhammadiyah Ciamis Selangkah Lagi Berdiri

Rekomendasi Pendirian Universitas Muhammadiyah di Ciamis oleh LLDIKTI

CIAMIS, JAWA BARAT — LLDIKTI Wilayah IV menerbitkan rekomendasi pendirian Universitas Muhammadiyah di Ciamis pada 3 Desember 2025, melibatkan STIKes Muhammadiyah dan Akademi Bisnis Sirnarasa.

Rekomendasi penggabungan ini menjadi dasar hukum awal bagi proses pendirian Universitas Muhammadiyah di Ciamis. Surat tersebut disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai tindak lanjut dari usulan resmi Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Transformasi STIKes Muhammadiyah Ciamis menjadi universitas merupakan bagian dari perkembangan panjang pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Ciamis. Hal ini mencerminkan dinamika dan pertumbuhan perguruan tinggi berbasis keagamaan di Ciamis yang semakin berkembang pesat.

"Rekomendasi penggabungan ini memiliki masa berlaku maksimal satu tahun sejak diterbitkan. Rekomendasi tersebut belum dapat dijadikan dasar operasional perguruan tinggi maupun pembukaan program studi baru sebelum terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi." – Lukman, Kepala LLDIKTI Wilayah IV

Sebagai organisasi penyelenggara pendidikan tinggi, Muhammadiyah memiliki kapasitas kelembagaan yang kuat dan berpengalaman. Hingga kini, Muhammadiyah mengelola 173 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan tata kelola sesuai ketentuan perundang-undangan.

Di tingkat lokal, STIKes Muhammadiyah Ciamis telah mencatatkan kinerja akademik yang solid dengan akreditasi 'Baik Sekali'. Kondisi ini dinilai sangat layak untuk ditingkatkan menjadi universitas yang lebih komprehensif.

Pendirian universitas baru ini akan memperkaya ekosistem pendidikan tinggi di Kabupaten Ciamis.

Akademi Bisnis Sirnarasa yang mengalami perubahan bentuk pada Desember 2024 tercatat belum memiliki mahasiswa maupun dosen aktif hingga pelaporan semester genap 2024. Skema penggabungan ini diarahkan untuk memperkuat struktur universitas dan memperluas spektrum keilmuan di luar bidang kesehatan.

Ketua Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, menyambut penerbitan rekomendasi ini dengan rasa syukur dan optimisme. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan seluruh dokumen dan tahapan pendirian universitas telah disusun sesuai standar dan regulasi.

Meskipun rekomendasi telah diterbitkan, masih terdapat beberapa tahapan penting sebelum Universitas Muhammadiyah Ciamis dapat beroperasi resmi, termasuk verifikasi administrasi lanjutan dan kunjungan lapangan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Dengan terbitnya rekomendasi LLDIKTI Wilayah IV untuk penggabungan STIKes Muhammadiyah Ciamis dan Akademi Bisnis Sirnarasa, pendirian Universitas Muhammadiyah di Ciamis kian mendekati kenyataan. Langkah strategis ini tidak hanya menjadi transformasi kelembagaan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia unggul di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat.

Kehadiran universitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat Ciamis yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Ciamis sebagai pusat pendidikan berkualitas di Jawa Barat bagian selatan. Dengan komitmen Muhammadiyah dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Universitas Muhammadiyah Ciamis berpotensi menjadi katalisator pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berkualitas.

Baca Juga: Transformasi pendidikan tinggi ini sejalan dengan upaya pengembangan budaya dan pendidikan yang saling melengkapi di Kabupaten Ciamis.

LihatTutupKomentar