Ciamis Dorong Transformasi Posyandu: Dari Layanan Tunggal Menjadi Pusat Pelayanan Enam Bidang Dasar

Transformasi Posyandu Ciamis: Menjadi Pusat Layanan 6 Bidang SPM Terpadu Sesuai Permendagri 13/2024

CIAMIS, JAWA BARAT — Pada sebuah pagi yang tenang di Kecamatan Lumbung, para kader Posyandu berkumpul dalam sebuah ruangan sederhana—namun isi diskusinya mencerminkan perubahan besar yang sedang bergerak di tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalui berbagai OPD termasuk DP2KBP3A, kini sedang menata ulang cara Posyandu bekerja. Tidak lagi satu dimensi, tidak lagi sekadar timbangan bayi dan meja administrasi.

Posyandu diarahkan menjadi pusat pelayanan dasar yang mencakup enam bidang, seperti diamanatkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Reformasi ini mungkin terasa teknis, tetapi sesungguhnya menyentuh kehidupan warga paling dekat—keluarga, ibu, anak, hingga lansia. Urgensi transformasi Posyandu sudah dirasakan sejak lama, namun baru dapat direalisasikan secara sistematis pada Desember 2025. Inisiatif pemerintah daerah ini memperkuat tren integrasi layanan primer posyandu di Ciamis yang juga mengedepankan pendekatan holistik dalam pelayanan dasar.

"Kami melaksanakan sosialisasi 6 SPM di seluruh kecamatan, termasuk di Lumbung pada 2 Desember. Intinya, Posyandu harus menjadi pusat layanan dasar terpadu. Transformasi ini harus dimulai dari pemahaman yang sama di tingkat kecamatan." – Wati Kuswatini, Kabid Keluarga Berencana DP2KBP3A Ciamis

Enam Bidang SPM: Kerangka Layanan Dasar Terpadu

Selama puluhan tahun, Posyandu dikenal sebagai pintu masuk layanan kesehatan dasar. Namun perubahan regulasi mendorong paradigma baru: Posyandu harus menjadi simpul layanan publik paling dekat dengan warga. Enam bidang SPM (Standar Pelayanan Minimal) kini melekat dalam fungsinya:

  • Bidang Kesehatan – Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan masyarakat umum termasuk pemantauan gizi dan imunisasi
  • Bidang Pendidikan – Fasilitasi pendidikan anak usia dini dan kesetaraan pendidikan dasar
  • Bidang Sosial – Identifikasi dan penanganan masalah sosial, bantuan sosial terpadu
  • Bidang Pekerjaan Umum – Pemantauan dan pelaporan infrastruktur dasar lingkungan
  • Bidang Perumahan Rakyat – Pemantauan kondisi perumahan dan lingkungan permukiman
  • Bidang Ketertiban dan Keamanan – Penguatan sistem keamanan lingkungan dan pencegahan konflik
"Pemerintah ingin menjadikan Posyandu sebagai tempat di mana keluarga mendapatkan jawaban menyangkut banyak aspek kesejahteraan, bukan sekadar kesehatan balita." – Visi Transformasi Posyandu Ciamis

Perubahan ini tidak bisa dilakukan satu OPD saja. Itulah mengapa dalam berbagai sesi sosialisasi terlihat kehadiran lintas sektor: Disdukcapil, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga DPPKBP3A. Setiap dinas membawa mandatnya masing-masing, tetapi harus bertemu dalam satu meja Posyandu.

"Dalam banyak diskusi lapangan, kader mengakui bahwa selama ini mereka sering melihat persoalan warga, tetapi tidak tahu harus dilaporkan ke mana. Dengan format enam bidang ini, jalur pelaporan dan intervensi menjadi lebih jelas dan terstruktur." – Analisis Implementasi Lapangan

Perubahan Paradigma: Posyandu sebagai Fondasi Pelayanan Desa

Reformasi Posyandu ini menyentuh sisi paling menarik dari pembangunan desa: bagaimana layanan publik bersentuhan langsung dengan warga paling kecil. Bagi pemerintah daerah, transformasi ini bukan sekadar menjalankan kewajiban regulatif, tetapi merumuskan cara baru memastikan layanan dasar hadir tanpa birokrasi yang membingungkan.

Baca Juga: Transformasi layanan dasar ini sejalan dengan upaya transformasi Posyandu Ciamis menuju layanan terpadu yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Ciamis secara perlahan mencoba membangun sistem yang mengalir dari pusat hingga tingkat RT, menjadikan Posyandu sebagai simpul utamanya. Dalam konteks itu, sosialisasi bukan lagi kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kultur baru layanan publik.

"Transformasi Posyandu di Ciamis mungkin tidak terlihat dramatis dari luar. Tetapi di balik pertemuan-pertemuan kecil dan diskusi teknis, ada perubahan arah besar: membawa layanan publik lebih dekat, lebih terintegrasi, dan lebih manusiawi." – Kesimpulan Transformasi Posyandu

Jika perubahan ini berjalan konsisten, Posyandu—yang selama ini sering dianggap "pelengkap"—dapat menjadi fondasi pelayanan dasar yang paling signifikan bagi masyarakat desa di Kabupaten Ciamis.

LihatTutupKomentar