Pemkab Ciamis Gelar Aksi Bersih Serentak di Ruang Publik

Pemkab Ciamis Kerahkan Seluruh OPD untuk Aksi Bersih-Bersih Serentak di Fasilitas Publik

CIAMIS, JAWA BARAT — Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil langkah langsung untuk menjaga kebersihan dan keindahan tata kota. Melalui instruksi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan dikerahkan turun ke lapangan melakukan aksi bersih-bersih serentak di berbagai fasilitas publik dan ruas jalan utama.

Gerakan ini merupakan implementasi nyata dari program Pemkab Ciamis untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib melalui upaya bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.

Gerakan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya konkret pemerintah daerah dalam merawat wajah Kabupaten Ciamis sebagai ruang publik yang nyaman, tertib, dan representatif bagi masyarakat. Seluruh elemen birokrasi diwajibkan terlibat langsung pada Minggu dan Senin, 18–19 Januari 2026.

Bupati Tekankan Kebersihan sebagai Tanggung Jawab Bersama

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak boleh hanya menjadi urusan petugas tertentu. Seluruh jajaran pemerintahan diminta ikut ambil bagian, tidak hanya di lingkungan kantor masing-masing, tetapi juga di ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Instruksi tersebut mencakup penyisiran area strategis, termasuk ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Ciamis dan kerap menjadi sorotan sebagai wajah daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan kebersihan dan kerapian kota benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat di atas kertas.

Program ini juga sejalan dengan komitmen Gerakan Nyaah Ka Indung di Ciamis yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mencintai lingkungan sekitar sebagai bagian dari budaya lokal yang perlu dilestarikan.

Fokus di Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Warga

Berdasarkan pembagian tugas yang telah ditetapkan, aksi bersih-bersih difokuskan pada sejumlah titik utama. Di antaranya kawasan Alun-alun Taman Raflesia, Masjid Agung Ciamis, Pasar Ciamis, Terminal, serta area olahraga seperti Stadion Galuh dan Stadion Atletik.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan mendapat mandat khusus untuk memastikan kebersihan lingkungan sekolah dan Puskesmas. Langkah ini dinilai penting guna menjaga kenyamanan serta kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Penataan kebersihan juga dilakukan secara berkelanjutan di sepanjang jalur jalan nasional. Aksi estafet tersebut melintasi sejumlah kecamatan, mulai dari Cihaurbeuti, Sindangkasih, Cikoneng, pusat Kota Ciamis, Cijeungjing, hingga wilayah perbatasan Cisaga.

Gotong Royong Lintas OPD dengan Sistem Zona

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Ciamis menerapkan pola kerja gotong royong lintas sektoral. Setiap OPD dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diberi tanggung jawab pada zona tertentu sesuai pembagian wilayah.

Sebagai contoh, Dinas Perhubungan bersama instansi terkait bertanggung jawab memonitor kebersihan di jalur Lingkar Selatan. Sementara kawasan perkantoran di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman menjadi tanggung jawab Sekretariat Daerah.

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, pemerintah daerah juga menerapkan mekanisme monitoring. Setiap OPD dan kecamatan diwajibkan melaporkan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi.

Edukasi Kebersihan Sejak Dini

Gerakan kebersihan ini turut menyentuh lingkungan pendidikan. Di SDN 1 Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, kegiatan bersih-bersih melibatkan guru dan peserta didik. Aktivitas tersebut mendapat dukungan dari orang tua siswa.

"Selain menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga baik untuk pendidikan karakter anak." – Wida, Orang Tua Murid SDN 1 Handapherang

Baca Juga: Semangat gotong royong ini juga tercermin dalam inisiatif swadaya warga dalam memperbaiki jalan di Dusun Cidoyang, Jalatrang, Cipaku yang menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kesadaran menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh sebagai budaya bersama—baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

LihatTutupKomentar