CIAMIS, JAWA BARAT — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Cidoyang, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Jalan Lebak Joho yang sebelumnya rusak berat kini berhasil direhabilitasi melalui pengecoran beton hasil swadaya masyarakat dan pengusaha, tanpa menggunakan anggaran desa.
Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, mengatakan kondisi jalan sebelum diperbaiki sangat memprihatinkan. Selain rusak parah dan berlubang, jalan tersebut memiliki intensitas lalu lintas yang cukup tinggi karena sering dilalui truk pengangkut pakan ayam untuk peternakan warga dan sebagai jalur alternatif penghubung ke Dusun Cipedang Desa Sukamulya.
"Sering terjadi kecelakaan tunggal karena kondisi jalan tidak rata dan banyak bolong. Selain itu, jalannya sempit, hanya cukup untuk satu mobil. Jika berpapasan, salah satu kendaraan harus menunggu." – Dadi Haryadi, Kepala Desa Jalatrang
Urgensi perbaikan jalan sudah dirasakan warga sejak awal tahun 2025, namun baru dapat direalisasikan pada Januari 2026. Inisiatif swadaya masyarakat ini memperkuat tren pembangunan partisipatif di wilayah Ciamis, serupa dengan keberhasilan pengawasan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Ciparay yang juga mengedepankan kolaborasi antara warga dan aparat.
Rehabilitasi jalan ini murni merupakan inisiatif warga dan pengusaha dengan bentuk swadaya berupa dana, material, dan tenaga. Meski demikian, Pemerintah Desa Jalatrang memberikan dukungan penuh secara moral dan kelembagaan.
"Kegiatan ini murni inisiatif warga dan pengusaha. Tidak ada anggaran desa yang digunakan. Kami sangat mendukung kegiatan ini, dan saya hadir langsung di lokasi sebagai bentuk dukungan kepada warga." – Dadi Haryadi, Kepala Desa Jalatrang
Pekerjaan dilakukan dengan metode rabat beton sepanjang 150 meter dan lebar 4 meter. Proses pengerjaan berlangsung selama delapan hari dengan tantangan akses material yang sulit karena kondisi jalan sempit dan cuaca musim hujan. Namun, hampir 90 persen warga terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Dadi menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat nilai sosial masyarakat dengan membangun silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum.
Baca Juga: Semangat gotong royong ini sejalan dengan progres TMMD di Desa Sukamulya yang juga fokus pada rehabilitasi rumah dan pembangunan jalan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Gotong royong ini membangun silaturahmi antarwarga, menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum, dan memunculkan sifat dermawan di lingkungan Dusun Cidoyang." – Dadi Haryadi, Kepala Desa Jalatrang
Kegiatan serupa kini mulai diikuti oleh dusun lain di Desa Jalatrang. Pasca rehabilitasi, manfaat jalan langsung dirasakan warga, mulai dari meningkatnya keselamatan berkendara hingga kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat setempat.
