Penguatan kelembagaan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan penghimpunan dana sosial. Hal tersebut menjadi fokus Pimpinan Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Ciamis saat menggelar visitasi dan silaturahmi bersama UPZIS MWC NU Kecamatan Cijeungjing, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Madrasah Bojongsari, Cijeungjing, tersebut mengangkat agenda konsolidasi kelembagaan UPZISNU dan optimalisasi Gerakan Koin NU. Pertemuan ini merupakan bagian dari Gerakan Koin NU Ciamis Menuju NU Mandiri atau GOCIS.
Melalui kegiatan tersebut, PC LAZISNU Ciamis mendorong penguatan koordinasi antara pengurus di tingkat cabang, kecamatan, hingga ranting. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem penghimpunan dana yang berkelanjutan untuk mendukung kemandirian organisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Konsolidasi UPZISNU untuk Memperkuat Penghimpunan Koin NU
Visitasi di Kecamatan Cijeungjing menjadi ruang pertemuan antara pengurus PC LAZISNU Ciamis dan jajaran UPZIS MWC NU setempat. Dalam kegiatan tersebut, jajaran PC LAZISNU Ciamis, termasuk Dedi Mulyadi dan Syarip Hidayat, hadir untuk melakukan penguatan kelembagaan serta evaluasi Gerakan Koin NU di tingkat MWC dan ranting.
Konsolidasi tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan program penghimpunan dana. Selain membutuhkan partisipasi masyarakat, gerakan ini juga memerlukan koordinasi yang baik antarpengurus agar kegiatan dapat berjalan secara terarah.
Penguatan kelembagaan diharapkan dapat membantu UPZISNU meningkatkan kapasitas pengelolaan program, memperluas partisipasi warga, serta menjaga kesinambungan penghimpunan Koin NU di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Koin NU sebagai Instrumen Kemandirian Organisasi
Gerakan Koin NU mengandalkan kontribusi masyarakat yang dihimpun secara kolektif. Nominal sumbangan yang relatif kecil dapat menjadi sumber dana sosial apabila dikumpulkan secara rutin dan dikelola dengan baik.
Namun, keberhasilan gerakan ini tidak hanya diukur dari besarnya dana yang terkumpul. Tata kelola kelembagaan, keterlibatan pengurus di berbagai tingkatan, dan kepercayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Melalui GOCIS, PC LAZISNU Ciamis berupaya menjadikan Koin NU sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian organisasi. Penguatan jaringan UPZIS di tingkat kecamatan dan ranting diharapkan dapat mendukung tujuan tersebut.
Membangun Sinergi untuk Pemberdayaan Umat
Kegiatan visitasi dan silaturahmi ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara PC LAZISNU Ciamis dan UPZIS MWC NU Cijeungjing.
Sinergi antarlembaga diperlukan agar penghimpunan dana sosial tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan, tetapi dapat mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang terarah dan profesional, dana yang dihimpun melalui Koin NU berpotensi menjadi salah satu sumber daya untuk menunjang kegiatan sosial dan pemberdayaan umat.
Semangat Bersinergi Menguatkan Umat Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan menjadi bagian dari pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, tagline Koin Kecil Manfaat Besar menggambarkan pentingnya kontribusi kolektif dalam mendukung gerakan sosial.
Melalui konsolidasi di Cijeungjing, PC LAZISNU Ciamis terus mendorong optimalisasi penghimpunan Koin NU dengan berpegang pada prinsip Ikhlas Beramal, Profesional, Membangun Negeri.
Ditulis oleh Feri Kartono | InfoCiamis.Online
