Dua Laga Kandang PSGC Datangkan 20 Ribu Penonton, Pariwisata Ciamis Ikut Bergerak


Suasana pertandingan PSGC Ciamis di Stadion Galuh yang menarik minat penonton dan berpotensi mendukung wisata olahraga.


Pertandingan kandang PSGC Ciamis di Stadion Galuh mulai memperlihatkan potensi lebih dari sekadar hiburan olahraga. Ribuan orang yang datang menyaksikan pertandingan membuka peluang bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal untuk ikut merasakan pergerakan aktivitas ekonomi.


Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melihat keramaian pertandingan tersebut sebagai peluang mengembangkan wisata olahraga atau sport tourism. Konsep ini menempatkan kegiatan olahraga sebagai salah satu daya tarik yang dapat mendorong perjalanan pengunjung sekaligus memperkenalkan daerah kepada masyarakat dari luar wilayah.


Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Heryan Rusyandi, menyebut dua pertandingan kandang PSGC saja telah menarik sekitar 20.000 penonton ke Stadion Galuh.


Menurut Heryan, jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi pertandingan sepak bola sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah. Ia menyampaikan hal itu pada Kamis, 15 Oktober 2026, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Ciamis, Asep Didi.


“Dari dua laga kandang PSGC saja, jumlah penonton yang datang ke Stadion Galuh mencapai sekitar 20 ribu orang. Ini tentu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat,” kata Heryan.


Stadion Galuh Berpeluang Menjadi Pintu Masuk Wisatawan


Antusiasme terhadap PSGC memberikan peluang bagi Ciamis untuk memperkenalkan potensi daerah melalui kegiatan yang sudah memiliki basis penggemar.


Bagi penonton yang datang dari luar kota, pertandingan dapat menjadi alasan utama untuk berkunjung. Namun, potensi wisata tidak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan. Kunjungan tersebut juga dapat membuka kesempatan bagi wisata kuliner, perdagangan, dan destinasi lokal untuk menarik perhatian pengunjung.


Heryan menilai pertandingan PSGC kini memiliki posisi penting dalam kegiatan wisata berbasis acara di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, semakin luas pengenalan masyarakat terhadap PSGC, semakin terbuka pula kesempatan memperkenalkan Ciamis kepada calon pengunjung dari daerah lain.


Ia menyebut pertandingan PSGC di Stadion Galuh sebagai salah satu penyumbang besar kunjungan dalam kategori wisata berbasis kegiatan atau event.


Meski demikian, jumlah penonton belum otomatis menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang benar-benar diterima masyarakat. Pengaruhnya akan lebih terukur apabila data asal penonton, lama kunjungan, serta belanja mereka selama berada di Ciamis turut dicatat.


Data tersebut dapat membantu pemerintah daerah memahami apakah keramaian pertandingan hanya terkonsentrasi di stadion atau juga menyebar ke pusat kuliner, tempat belanja, dan destinasi wisata lainnya.


Target Wisata Ciamis 2026 Masih Perlu Dikejar


Di tengah peluang dari kegiatan olahraga, Dinas Pariwisata Ciamis juga memiliki target kunjungan yang harus dicapai sepanjang 2026.


Pemerintah daerah menargetkan sebanyak 2.074.114 kunjungan wisatawan selama satu tahun. Hingga triwulan III, yang dalam keterangan tersebut merujuk pada periode sekitar Agustus, jumlah kunjungan tercatat mencapai 1.557.299.


Angka tersebut setara dengan sekitar 75,1 persen dari target tahunan.


Dengan capaian itu, masih terdapat sekitar 516.815 kunjungan yang perlu dikejar untuk mencapai target 2026. Perhitungan ini menggunakan angka target dan realisasi yang disampaikan Dinas Pariwisata Ciamis.


Pertandingan kandang PSGC menjadi salah satu peluang untuk menambah aktivitas kunjungan. Namun, pencapaian target tetap bergantung pada kontribusi berbagai kegiatan wisata, daya tarik destinasi, serta kemampuan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menjangkau pengunjung.


Karena itu, pengembangan wisata olahraga akan lebih bermanfaat apabila dihubungkan dengan promosi destinasi lain dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.


Dari Pertandingan Sepak Bola Hingga Tradisi Budaya


PSGC bukan satu-satunya kegiatan yang diandalkan untuk menarik pengunjung ke Ciamis. Sejumlah agenda budaya dan aktivitas publik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata daerah.


Di antaranya Upacara Adat Nyangku di Panjalu, Nyiar Lumar di Kawali, Milangkala Gong Perdamaian Dunia di kawasan Karangkamulyan, serta kegiatan car free day di kawasan parkir Sirkuit BMX.


Karakter setiap kegiatan memberikan alasan berbeda bagi masyarakat untuk datang. Pertandingan sepak bola menarik penggemar olahraga, sedangkan upacara adat dan kegiatan budaya menawarkan pengalaman yang berkaitan dengan tradisi serta identitas lokal.


Keberagaman agenda tersebut membuka peluang bagi Ciamis untuk mengembangkan pola promosi wisata yang tidak bergantung pada satu jenis acara.


Kegiatan olahraga dapat menarik pengunjung pada jadwal pertandingan, sementara agenda budaya dan aktivitas masyarakat berpotensi menjaga minat kunjungan pada waktu yang berbeda.


Heryan mengatakan berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Ciamis memiliki kontribusi terhadap kunjungan wisatawan. Ia berharap semakin banyak agenda yang mampu menarik masyarakat dari dalam maupun luar daerah.


Tantangan Berikutnya: Mengubah Keramaian Menjadi Belanja Wisata


Besarnya jumlah penonton PSGC merupakan modal awal bagi pengembangan sport tourism. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana menghubungkan kedatangan penonton dengan pengalaman wisata yang lebih luas.


Promosi kuliner khas Ciamis, informasi destinasi terdekat, serta kemudahan memperoleh informasi wisata dapat menjadi bagian dari upaya tersebut. Pelaku usaha lokal juga berpeluang memanfaatkan jadwal pertandingan untuk menawarkan produk dan layanan kepada pengunjung.


Jika dikembangkan secara terencana, pertandingan sepak bola dapat menjadi salah satu penggerak kunjungan yang mendukung sektor usaha lain. Dampaknya tidak hanya diukur melalui jumlah orang yang memasuki stadion, tetapi juga melalui aktivitas ekonomi yang tercipta di luar arena pertandingan.


Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Ciamis, yakni “Sinergi Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan”.


Dinas Pariwisata Ciamis terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah.


Pada akhirnya, potensi PSGC sebagai daya tarik wisata akan semakin berarti apabila tingginya antusiasme suporter dapat diikuti dengan meningkatnya kunjungan ke destinasi lain dan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat Ciamis.


Ditulis oleh Faisal Mubarak | InfoCiamis.Online

Next Post Previous Post