Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Ciamis Naik di 2025, Sektor Pertanian Turun Tajam: Ini Analisis Lengkap BPS

TPT Ciamis Melonjak ke 4,08%, Tertinggi dalam 5 Tahun - Sektor Pertanian Kehilangan 30.000 Pekerja

CIAMIS, JAWA BARATBadan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis baru saja merilis laporan ketenagakerjaan Agustus 2025 yang membeberkan kondisi memprihatinkan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Ciamis tercatat melonjak menjadi 4,08%, naik signifikan dari 3,37% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan TPT ini, yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, terjadi bersamaan dengan penurunan tajam tenaga kerja di sektor pertanian yang mencapai hampir 30.000 orang.

Transformasi ketenagakerjaan ini berkaitan dengan perkembangan ekonomi regional Ciamis. Seperti potensi pertanian Kabupaten Ciamis yang telah dieksplorasi sebelumnya, berbagai sektor ekonomi terus mengalami dinamika dalam pembangunan wilayah Ciamis.

Analisis BPS menunjukkan gambaran yang kompleks. Di satu sisi, jumlah angkatan kerja Ciamis menyusut menjadi 666.184 orang, turun 15.416 orang dari 2024. Penurunan lebih dalam terjadi pada jumlah penduduk bekerja, yang anjlok 19.605 orang menjadi 639.021 orang. Di sisi lain, jumlah bukan angkatan kerja justru membengkak 22.148 orang, menjadi 340.867 orang. Ini mengindikasikan semakin banyaknya pemuda-pemudi Ciamis yang memilih untuk kembali menempuh pendidikan, mengurus rumah tangga, atau memilih tidak aktif mencari kerja.

"Data menunjukkan dinamika signifikan pada pasar kerja Ciamis. Penurunan lapangan kerja pertanian dan naiknya angka pengangguran menjadi indikator yang perlu direspons dengan kebijakan yang tepat." – Nur Azizah Muyassaroh, S.ST., M.M., Ketua Tim Statistik Sosial BPS Ciamis

Nur Azizah Muyassaroh, S.ST., M.M. – Ketua Tim Statistik Sosial BPS Kabupaten Ciamis yang memimpin analisis data ketenagakerjaan, menekankan bahwa temuan ini perlu dicermati secara serius oleh pemangku kebijakan.

TPT Perempuan dan Lulusan SMK Melonjak Drastis

Kenaikan TPT tidak merata di semua kelompok masyarakat. Yang paling terdampak adalah pekerja perempuan dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). TPT perempuan naik menjadi 4,47%, sementara lulusan SMK mengalami tingkat pengangguran tertinggi sebesar 16,17%.

"TPT tertinggi berada pada lulusan SMK. Ini menunjukkan bahwa penyelarasan keahlian dengan kebutuhan industri harus menjadi prioritas." – Nur Azizah Muyassaroh, S.ST., M.M.

Tantangan lulusan SMK di pasar kerja berkaitan dengan sistem pendidikan vokasi di Kabupaten Ciamis. Seperti kompetisi SMKN 1 Ciamis, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di wilayah Ciamis.

Transformasi Struktural: Pertanian Anjlok, Jasa dan Industri Menguat

Inilah inti dari laporan BPS Ciamis 2025: pergeseran besar-besaran tenaga kerja dari sektor tradisional ke sektor modern. Penurunan hampir 30.000 pekerja di sektor pertanian dalam setahun adalah fenomena yang dramatis. Sektor ini kehilangan daya tarik, mungkin karena pendapatan tidak stabil, alih fungsi lahan, atau mekanisasi.

Sementara itu, sektor jasa kini menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja, mencapai 50,58% dari total pekerja Ciamis. Sektor industri juga tumbuh dengan penambahan 4.851 pekerja, menunjukkan pergeseran struktur ekonomi yang signifikan.

Baca Juga: Tantangan kualitas SDM di Kabupaten Ciamis berkaitan dengan berbagai program pembangunan sumber daya manusia. Seperti pembinaan duta genre Ciamis, berbagai inisiatif terus digalakkan untuk meningkatkan kapasitas SDM di wilayah Ciamis.

Pekerja Informal Masih Dominan, Tapi Tren Formal Mulai Tumbuh

Meski terjadi transformasi, dominasi pekerja informal masih kuat. Pada 2025, pekerja informal mencakup 62,04% atau 396.480 orang, meski jumlahnya berkurang 23.706 orang. Kabar baiknya, jumlah pekerja formal naik menjadi 242.541 orang, meningkat 4.101 orang. Ini sinyal bahwa dunia usaha mulai menciptakan hubungan kerja yang lebih terstruktur dan stabil.

Kualitas SDM: 45% Pekerja Masih Lulusan SD ke Bawah

Struktur pendidikan pekerja di Ciamis masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah (45,13%). Lulusan SMA mengalami pertumbuhan komposisi terbesar, sementara pekerja dengan pendidikan diploma dan universitas masih relatif kecil (9,06%).

"Peningkatan pendidikan dan keterampilan perlu dipercepat agar tenaga kerja Ciamis mampu bersaing di sektor industri dan jasa." – Nur Azizah Muyassaroh, S.ST., M.M.

Laporan BPS Ciamis Agustus 2025 menggambarkan daerah yang sedang memasuki fase transisi ekonomi besar. Kenaikan TPT menjadi 4,08% dan penurunan drastis 30.000 pekerja di sektor pertanian menjadi dampak nyata dari perubahan struktur ekonomi yang tidak terhindarkan. Pergeseran menuju sektor jasa dan industri membawa harapan baru, namun juga menuntut penyesuaian kemampuan tenaga kerja.

Tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah daerah dapat mengelola transisi ini tanpa meninggalkan kelompok rentan, terutama perempuan dengan TPT 4,47%, lulusan SMK dengan TPT 16,17%, dan pekerja informal yang masih mendominasi 62,04% pasar kerja. Kebijakan yang tepat diperlukan untuk memastikan transformasi ekonomi membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Ciamis.

LihatTutupKomentar